Pada hari Kamis, 28 November 2024, siswa-siswi MTs Muhammadiyah Bayubud mengikuti kegiatan outing class yang bertempat di Salegar, Jalan Sawah Lega, Cibatu. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 7, 8, dan 9, yang selama ini secara rutin menghafal Al-Qur’an setiap hari bersama guru pembimbing mereka. Kegiatan outing class ini menjadi momentum yang sangat berharga untuk memperdalam cinta terhadap Al-Qur’an serta memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai cara-cara menjaga dan menguatkan hafalan.
Kegiatan outing class ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menanamkan rasa cinta kepada Al-Qur’an kepada para siswa, sekaligus memberikan wawasan mengenai cara-cara efektif dalam menjaga hafalan. Mengingat tantangan yang dihadapi oleh para penghafal Al-Qur’an, terutama dalam menjaga hafalan agar tetap kuat dan tidak mudah terlupakan, kegiatan ini sangat penting sebagai sarana untuk memperkuat ikatan antara siswa dan kitab suci mereka.
Acara dimulai pada pagi hari dengan sambutan dari pihak sekolah yang diwakili oleh Kepala MTs Muhammadiyah Bayubud. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan harapan agar kegiatan outing class ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para siswa, khususnya dalam memperdalam pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam menghafal dan mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, acara inti dimulai dengan penyampaian materi oleh narasumber yang terdiri dari tiga orang yang sangat berkompeten di bidangnya, yakni Hj. Siti Masitoh, S.Ag., H. Yudi Patmadinata, S.Pd.I., dan Nurjaman, S.Pd.I. Masing-masing narasumber memberikan materi yang sangat bermanfaat bagi siswa-siswi yang hadir.
Hj. Siti Masitoh, S.Ag., yang merupakan seorang penghafal Al-Qur’an berpengalaman, memberikan materi mengenai pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan Al-Qur’an. Beliau menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang penghafal yang sukses, tidak hanya dibutuhkan usaha keras dalam menghafal, tetapi juga kesungguhan dalam menjalin ikatan spiritual dengan Al-Qur’an. “Al-Qur’an bukan hanya sekadar teks yang kita hafal, tetapi ia adalah petunjuk hidup yang harus kita amalkan. Jangan pernah lelah untuk terus menghafalnya dan jangan lupa untuk selalu merawat hafalan dengan doa,” ujar Hj. Siti Masitoh dengan penuh semangat.
Kemudian, H. Yudi Patmadinata, S.Pd.I., selaku narasumber kedua, memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga hafalan dengan metode yang tepat. Beliau menekankan agar para siswa dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk mengulang hafalan setiap hari. “Menjaga hafalan bukan hanya soal mengulang, tetapi juga harus dengan pemahaman. Hafalkan dengan hati, bukan hanya dengan lisan. Maka, hafalan akan lebih mudah melekat,” jelas H. Yudi. Beliau juga memberikan beberapa tips praktis untuk menjaga hafalan, seperti membaca hafalan di waktu-waktu tertentu, memanfaatkan teknologi seperti aplikasi Al-Qur’an untuk mendengarkan bacaan, dan selalu berdoa agar hafalan tetap terjaga.
Narasumber terakhir, Nurjaman, S.Pd.I., memberikan perspektif yang lebih luas mengenai bagaimana cara membentuk kebiasaan menghafal yang baik. Beliau mengingatkan para siswa untuk selalu menjaga niat dalam menghafal Al-Qur’an. “Niat yang ikhlas akan membuat hafalan kita lebih mudah dan berkah. Jangan hafalkan karena ingin pamer atau demi pujian, tetapi lakukanlah dengan penuh keikhlasan karena Allah,” ujarnya. Selain itu, beliau juga memberikan pemahaman tentang pentingnya membentuk lingkungan yang mendukung dalam menghafal, seperti selalu berada di sekitar orang-orang yang juga memiliki semangat yang sama dalam menghafal Al-Qur’an.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias dan aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dengan para narasumber. Mereka tidak hanya mendengarkan dengan seksama, tetapi juga mengajukan pertanyaan yang menunjukkan keinginan mereka untuk lebih memahami cara-cara menjaga hafalan. Hal ini menunjukkan bahwa para siswa benar-benar menghayati pesan-pesan yang disampaikan dan berharap dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Selain sesi materi, kegiatan outing class ini juga dilengkapi dengan sesi tadarus bersama, di mana para siswa diajak untuk menghafal secara bersama-sama di bawah bimbingan guru pembimbing. Sesi ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah di antara siswa-siswi serta memberikan pengalaman praktis dalam menjaga hafalan secara kolektif. Aktivitas seperti ini tidak hanya memberikan manfaat dalam menghafal, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam belajar.
Kegiatan outing class penghafal Al-Qur’an ini ditutup dengan doa bersama, yang dipimpin oleh salah satu guru pembimbing. Doa ini dipanjatkan agar semua siswa selalu diberkahi dalam usaha mereka untuk menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an. Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada para narasumber sebagai tanda terima kasih atas ilmu yang telah diberikan.
Secara keseluruhan, kegiatan outing class ini berhasil memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh siswa MTs Muhammadiyah Bayubud. Mereka tidak hanya memperoleh ilmu tentang cara menjaga hafalan, tetapi juga semakin memperdalam rasa cinta mereka terhadap Al-Qur’an. Dengan semangat dan tekad yang kuat, diharapkan para siswa dapat terus berkembang sebagai penghafal Al-Qur’an yang baik dan mengaplikasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan mereka.







.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar