Pada suatu pagi yang cerah di bulan Oktober, suasana di sekitar Masjid Al-Ikhlas MTs Muhammadiyah Bayubud tampak lebih ramai dari biasanya. Siswa-siswi kelas VII, VIII, dan IX berkumpul dengan penuh antusiasme, menanti pelatihan yang diadakan oleh Bintang Sobat SMP Nasional Kab. Garut. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi mereka agar lebih menyukai dan menguasai bahasa Inggris.
Jam menunjukkan pukul 08.30 WIB saat para peserta dipersilakan masuk ke dalam masjid. Ruangan yang biasanya dipenuhi dengan kegiatan ibadah kini dipenuhi dengan tawa dan keceriaan anak-anak. Mereka duduk melingkar, saling berbincang dan berbagi cerita. Beberapa dari mereka tampak cemas, tetapi sebagian besar terlihat bersemangat.
Di depan ruangan, terlihat dua orang fasilitator, yaitu Kak Rina dan Kak Dito, yang merupakan pengajar berpengalaman dalam bidang bahasa Inggris. Mereka menyapa para siswa dengan hangat, memperkenalkan diri, dan menjelaskan tujuan pelatihan hari ini.
“Selamat pagi, teman-teman! Hari ini kita akan belajar bahasa Inggris dengan cara yang berbeda dan menyenangkan,” ujar Kak Rina, yang memulai sesi dengan senyuman lebar. “Siapa di sini yang ingin berbicara bahasa Inggris dengan lancar?”
Tangan-tangan kecil langsung terangkat, menggambarkan antusiasme yang tinggi. Namun, di antara keramaian, tampak seorang siswa bernama Aulia yang duduk di sudut. Ia tampak ragu dan sedikit cemas. Melihat ekspresi Aulia, Kak Dito memutuskan untuk mendekatinya.
“Hey, Aulia! Kenapa kamu terlihat khawatir?” tanya Kak Dito lembut.
Aulia menjawab, “Saya takut tidak bisa mengerti atau berbicara bahasa Inggris dengan baik, Kak.”
Kak Dito tersenyum dan berkata, “Tenang saja! Hari ini kita akan belajar bersama, dan tidak ada yang salah dalam belajar. Yang penting adalah semangat dan usaha kita.”
Pelatihan dimulai dengan permainan pembuka yang disebut "Find Someone Who." Dalam permainan ini, setiap siswa diberikan lembaran yang berisi pertanyaan sederhana dalam bahasa Inggris, seperti “Find someone who likes pizza” atau “Find someone who has traveled abroad.” Dengan penuh semangat, mereka mulai berkeliling, mencari teman sekelas yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.
Tawa dan kebisingan mengisi ruangan saat mereka berinteraksi dan berbicara dalam bahasa Inggris. Aulia pun akhirnya ikut serta, dan seiring waktu, ia mulai merasa lebih nyaman. Permainan ini tidak hanya membuat suasana menjadi lebih hangat, tetapi juga mendorong siswa untuk berlatih berbicara dalam bahasa Inggris tanpa merasa tertekan.
Setelah permainan selesai, Kak Rina menjelaskan pentingnya bahasa Inggris di dunia global. “Bahasa Inggris bukan hanya bahasa internasional, tetapi juga kunci untuk membuka banyak pintu kesempatan di masa depan,” katanya. “Dengan menguasai bahasa ini, kalian bisa menjelajahi dunia dan meraih impian kalian!”
Kak Dito kemudian melanjutkan sesi dengan aktivitas lain yang lebih kreatif. Mereka dibagi menjadi kelompok kecil dan diminta untuk membuat poster yang menggambarkan hobi atau impian masing-masing, menggunakan bahasa Inggris. Dengan penuh semangat, siswa-siswa mulai berkolaborasi, menggambar, dan menulis.
“Aulia, apa hobi kamu?” tanya salah satu temannya.
“Aku suka menggambar,” jawab Aulia, wajahnya kini lebih cerah.
“Mari kita buat poster tentang menggambar! Kita bisa menulis ‘I love drawing’ di poster,” sahut temannya dengan semangat.
Sesi ini tidak hanya meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka, tetapi juga mempererat persahabatan di antara siswa. Mereka belajar untuk saling mendukung dan menghargai satu sama lain.
Setelah kelompok selesai membuat poster, masing-masing kelompok diminta untuk mempresentasikan karyanya. Saat giliran Aulia, ia terlihat sedikit gugup, namun didorong oleh teman-temannya, ia melangkah maju.
“Kami membuat poster tentang menggambar. Saya suka menggambar karena… (hampir terdiam sejenak, tetapi kemudian melanjutkan) … itu membuat saya bahagia dan bisa mengekspresikan diri,” ujarnya, sedikit gemetar tetapi percaya diri.
Seluruh ruangan bertepuk tangan, dan Aulia merasakan dorongan semangat dari teman-temannya. Pelatihan berjalan semakin seru dengan berbagai presentasi yang penuh kreativitas dan humor.
Di akhir sesi, Kak Rina dan Kak Dito mengajak semua peserta untuk berbagi pengalaman mereka selama pelatihan. Banyak siswa yang mengungkapkan rasa syukur dan antusiasme mereka.
“Aku tidak lagi takut berbicara bahasa Inggris!” seru Aulia. “Sekarang aku ingin belajar lebih banyak.”
Kak Rina mengingatkan, “Ingat, belajar bahasa Inggris adalah proses yang terus berlanjut. Setiap usaha yang kalian lakukan hari ini adalah langkah kecil menuju masa depan yang lebih cerah.”
Sesi ditutup dengan kegiatan refleksi, di mana setiap siswa diminta menuliskan satu kalimat dalam bahasa Inggris tentang apa yang mereka pelajari hari itu. Aulia menulis, “I will practice English every day.”
Setelah pelatihan selesai, siswa-siswa tampak keluar dari masjid dengan senyum lebar dan semangat yang baru. Aulia merasa lebih percaya diri dan bertekad untuk terus belajar. Ia berjanji pada diri sendiri untuk tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga menyebarkan semangat tersebut kepada teman-temannya.
Pelatihan oleh Bintang Sobat SMP Nasional Kab. Garut telah menjadi momen berharga bagi semua siswa. Selain mendapatkan pengetahuan baru, mereka juga belajar tentang pentingnya bekerja sama, saling mendukung, dan yang terpenting, untuk tidak pernah merasa takut dalam belajar.
Hari itu, Aulia dan teman-temannya tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga belajar bahwa setiap langkah kecil dapat membawa mereka lebih dekat kepada impian mereka. Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga sebuah perjalanan menuju masa depan yang lebih baik, di mana bahasa Inggris akan menjadi salah satu alat mereka untuk mencapai cita-cita.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar